Perubahan tak selalu sama
dengan perbaikan, akan tetapi perbaikan selalu mengandung perubahan. Perbaikan
berarti meningkatkan nilai atau mutu. Perubahan adalah pergeseran posisi,
kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan, akan tetapi dapat juga
memperburuk keadaan. Perubahan
kurikulum dari tahun ke tahun merupakan kebijakan yang diambil
pemerintah. Alasan pemerintah melakukan perubahan kurikulum pendidikan yang baru adalah untuk
meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Dalam bidang kurikulum
kita lihat betapa banyaknya ide dan usaha perbaikan kurikulum yang dicetuskan
oleh berbagai tokoh pendidikan yang terkenal. Macam-macam kurikulum telah
diciptakan dan banyak di antaranya telah dijalankan. Apa yang mula-mula
diharapkan, akhirnya ternyata menimbulkan masalah lain, sehingga kurikulum itu
ditinggalkan atau diubah. Ada masanya pelajaran akademis yang diutamakan,
kemudian tampil anak sebagai pusat kurikulum, sesudah itu yang dipentingkan
ialah masyarakat, akan tetapi timbul pula perhatian baru terhadap pengetahuan
akademis. Namun demikian, dalam sejarah pendidikan, tak pernah sesuatu kembali
dalam bentuk aslinya. Biasanya yang lama itu timbul dalam bentuk yang agak
lain, pada taraf yang lebih tinggi.
Adanya perubahan
kurikulum membuat pelajar bisa belajar dengan mengikuti perkembangan zaman yang
semakin maju tapi didukung dengan faktor-faktor seperti kepala
sekolah,guru,tenaga pengajar,siswa didik bahkan lembaga itu sendiri. Dimana
kepala sekolah harus berhubungan baik dengan atasannya dan membina hubungan
baik dengan bawahannya, lalu guru juga harus bermutu, maksudnya gurunya harus
memberi pelajaran yang dapat dicerna oleh peserta didik, lalu siswa juga harus
bermutu,maksudnya siswa dapat belajar dengan baik,giat belajar serta kritis
dalam setiap pelajaran. Namun perubahan kurikulum membuat mutu pendidikan
menurun hal ini dikarenakan siswa tidak dapat menyesuaikan diri dengan sistem
pembelajaran pada kurikulum yang baru. Perubahan ini juga berdampak pada
sekolah dimana visi dan misi suatu sekolah yang sedang ingin dicapai terganggu
dengan perubahan kurikulum tersebut.
Adanya perubahan
kurikulum membuat pelajar bisa belajar dengan mengikuti perkembangan zaman yang
semakin maju tapi didukung dengan faktor-faktor seperti kepala
sekolah,guru,tenaga pengajar,siswa didik bahkan lembaga itu sendiri. Dimana
kepala sekolah harus berhubungan baik dengan atasannya dan membina hubungan
baik dengan bawahannya, lalu guru juga harus bermutu, maksudnya gurunya harus
memberi pelajaran yang dapat dicerna oleh peserta didik, lalu siswa juga harus
bermutu,maksudnya siswa dapat belajar dengan baik,giat belajar serta kritis
dalam setiap pelajaran. Namun perubahan kurikulum membuat mutu pendidikan
menurun hal ini dikarenakan siswa tidak dapat menyesuaikan diri dengan sistem
pembelajaran pada kurikulum yang baru. Perubahan ini juga berdampak pada
sekolah dimana visi dan misi suatu sekolah yang sedang ingin dicapai terganggu
dengan perubahan kurikulum tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar